Polisi Kuak Penyebab Kematian Narapidana di Rutan Rembang

 

 

 

Wfgaz.com –  Polres Rembang mengadakan konferensi pers mengenai tewasnya seorang narapidana di Rutan Kelas II B Rembang, Edo Ibnu Darmanto (27). Dijelaskan bahwa penyebab kematian tahanan tersebut lantaran gantung diri.

“Yang menyebabkan kematiannya adalah karena gantung dirinya. Bahwa memang ada kemungkinan korban naik ke atas jeruji untuk menggantungkan sarung ini, kemudian dengan cara merambat. Dan inilah yang menyebabkan korban kesulitan bernafas, sehingga masuk Rumah Sakit dan meninggal dunia,” terang Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa, Selasa (22/5/2018).

Pungky mengatakan percobaan bunuh diri tersebut dilakukan oleh Edo pada tanggal 21 April 2018. Ketika itu para tahanan tengah melakukan shalat Ashar berjamaah, sehingga kamar tahanan sepi. Ketika proses evakuasi, korban masih dalam keadaan bernapas dan kemudian segera dibawa ke RSUD Rembang.

Sampai akhirnya korban meninggal dunia di RSUD dr R Soetrasno Rembang pada 27 April 2018. Pihak keluarga sempat mengira terdapat aksi penganiayaan terhadap korban. Pasalnya, pada bagian wajah serta kepala korban banyak ditemukan luka lebam.

“Memang ada bukti-bukti bahwa secara kasat mata, dokter menjelaskan ada memar di bagian kepala dan bagian tangan. Bahwa hasil dari visum et repertum menyimpulkan ada dua hal, yang pertama adalah bahwa dugaan kematian kemungkinan karena gagal bernapas, kemudian yang kedua karena cedera akibat luka benda tumpul, tapi luka tersebut tidak menyebabkan kematian,” jelasnya.

Dari kasus tersebut, Kapolres mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi. Dua diantaranya adalah sipir, 9 orang narapidana serta tiga orang mantan narapidana Rutan kelas II B Rembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *