Polisi Tangkap Dua Komplotan Pencurian Motor Asal Lampung

 

 

 

Wfgaz.com – Polres Metro Jakarta Selatan berhasil meringkus dua sindikat pencurian motor (ranmor) asal Lampung. Setiap komplotan sindikat pencurian motor ini menyimpan senjata api rakitan sebagai perlindungan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengungkapkan komplotan ranmor pertama memiliki anggota sebanyak 4 orang yang terdiri dari KS sebagai pemetik yang berasal dari Tebing, Lampung Timur. Kemudian tiga anggota lainnya yakni N, YR, H dari Bogor, Jawa Barat yang bertugas sebagai penadah.

“Ketika sudah diambil motornya inilah yang menampung (penadah),” ungkap Indra.

Indra juga mengatakan hasil penyelidikan sementara komplotan KS terseret dalam kasus pencurian pada tempat yang berbeda-beda diantaranya Kemang, Kebayoran Baru. Terakhir, Tebet Timur. Pada setiap aksinya, KS selalu membekali dirinya denganĀ  senjata api rakitan.

“Senjata yang ada pada pelaku ini digunakan untuk pada saat pemilik atau korban melawan,” katanya.

Sekarang ini, komplotan ranmor ini tidak berdaya. Anggota kepolisian menangkap semua anggota komplotan ranmor di kawasan Taman Mini, Jakarta Timur, pada 23 Maret lalu. Hampir sama dengan sebelumnya, tetapi komplotan ini ditemukan barang bukti berupa dua pucuk senjata rakitan dan senjata tajam.

“Modusnya sama. Tersangka P sebagai pemetik. Kemudian, APJ sebagai Joki. Keduanya berasal dari Lampung Timur,” ujarnya.

Indra tidak mau berpendapat mengenai apakah anggota komplotan ini terkenal sadis. Hingga kini belum diketahui adanya korban jiwa tetapi komplotan ini dapat dikatakan berani.

“Sampai saat ini tidak belum ada korban jadi belum bisa menjawab. Tapi kalau kita lihat dari senjata sudah mempersiapkan diri melumpuhkan korbannya.” katanya.

Terdapat tiga buah senjata dan peluru yang diamankan petugas polisi dari kedua komplotan ini. Informasi sementara diketahui senjata rakitan dibeli para pelaku di Lampung seharga sekitar Rp 5 juta sampai Rp 8 juta.

“Itu dibeli dari komplotan mereka-mereka juga,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Stefanus Tamuntuan.

Menurutnya, senjata rakitan tersebut cukup akurat untuk dipakai melumpuhkan korban pada jarak maksimum 10 meter.

“Paling akuratannya 10 meteran,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *