Pimpinan Redaksi Media Abal-Abal Diringkus Polisi

 

 

 

Wfgaz.com – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tersangka penyebar berita hoax yang diketahui bernama Zaenal Arifin. Polisi menduga Zaenal sudah mempublikasikan berita bohong melalui media palsu mengenai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Mulyadi sampai pada pencemaran nama baik.

“Terlebih dahulu kami koordinasi dengan Dewan Pers, dan ternyata medianya tidak terdaftar. Oleh sebab itu, kami melakukan penangkapan pada Kamis malam,” ungkap Kanit III Subdit II Bagian Penindakan Siber Bareskrim Polri, AKBP Irwansyah, di kantor Siber Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Januari 2018.

Irwansyah juga mengatakan Zaenal menyatakan menjadi pemimpin redaksi di sebuah media yang berada di Pati, Jawa Tengah. Tetapi, akhir-akhir ini diketahui bahwa media tersebut ilegal.

Melalui gerbang berita yang dibuatnya, Zaenal menuduh Mulyadi sudah melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Hasil pemeriksaan, yang bersangkutan memang mengakui bahwa yang bersangkutan ini adalah sebagai admin media tersebut. Dia (Zaenal) mengakui waktu itu memalsukan berita tersebut karena pada saat itu viral,” ungkap Irwansyah.

Sedangkan Mulyadi juga menghadiri Tipid Siber Bareskrim Polri dan memberikan apresiasi atas tindakan cepat tanggap dari pihak kepolisian pada berita hoax yang ditujukan untuk mencemarkan nama baiknya.

“Saya mengapresiasi kinerja Direktorat Siber Bareskrim Polri yang sangat cepat dan profesional menangani kasus ini. Hal ini juga merupakan pembelajaran bagi siapa pun yang akan melakukan penyebaran berita di media yang sumbernya tidak valid,” ungkap Mulyadi.

Dari tindakan yang dilakukan oleh Zaenal tersebut terjerat Pasal 45 ayat 3 Juncto 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukum 4 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *