IRT Di Semarang Harus Berurusan Dengan Hukum Lantaran Selipkan Sabu Di Ikan Mujaer

Wfgaz.com – Seorang wanita di Semarang yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Semarang. Wanita tersebut ditangkap lantaran terbukti menjadi pengedar narkotika sejenis sabu.

Peristiwa penyelundupan tersebut dilakukan pada seorang terdakwa di Pengadilan Negeri Semarang. Wanite taersebut diketahui bernama Sri Cahyani (31). Pelaku terbukti telah menyelipkan sabu di makanan berupa ikan mujaer.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/11) lalu pukul 11.30 WIB. Saat itu Sri datang membawa bungkusan yang akan diserahkan ke terdakwa di sel Pengadilan Negeri Semarang yang sedang menunggu sidang.

“Kami mendapatkan info ada yang berupaya memasukkan narkoba ke kantor pengadilan. Petugas melakukan pengamatan diketahui ada ibu rumah tangga berusia 31 tahun,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Semarang, Jumat (24/11/2017).

Sebuah bungkusan yang berisi makanan tersebut ditaruh oleh pelaku di depan sel. Selang beberapa waktu, petugas Sat Reskrim Narkoba Polrestabes Semarang yang sudah bersiaga segera menangkap Sri dan membuka bungkusan tersebut. “Saat digeledah, ada 0,5 gram sabu yang diselipkan di mulut ikan mujaer. Satu lagi ada 1 gram di dalam bungkus permen,” tandasnya.

Sri ternyata hendak mengantarkan sabu tersebut untuk kekasihnya, Arif Junaidi yang sedang menunggu sidang kasus narkoba. Sri mengaku sudah berhubungan dengan Arif selama 6 bulan meskipun dirinya masih bersuami dan memiliki 3 anak.

“Iya sama dia (Arif). Sama dia sudah 6 bulan. Dia membantu saya, ekonomi,” kata Sri.

Sabu yang diselipkan pada makanan tersebut ternyata hanya untuk Arif, tapi juga akan dibawa Arif ke Lapas Kedungpane Semarang tempatnya ditahan lalu diberikan kepada narapidana lainnya bernama Kiko. Sedangkan sabu itu didapat Sri juga dari narapidana Lapas Kedungpane bernama Anang lewat perintah telepon dan mengambil barang di lokasi yang ditentukan.

“Dapat untung Rp 150 ribu per gram,” aku warga Bandarharjo, Semarang Utara itu. Kini Sri dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *