Pemerintah Serang Tolak Ajuan Biaya Perbaiki Jembatan Penghubung Dua Desa

Wfgaz.com – Jembatan yang memiliki fungsi sebagai satu-satunya jalan yang menjadi penghubung dua desa kondisinya sangat memprihatinkan sekali. Nah parahnya Pemerintah Kabupaten Serang dikabarkan tidak akan memberi bantuan untuk biaya memperbaiki jembatan rusak tersebut.

Penyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Serang Hatib Nawawi. Jembatan penghubung dua desa yang rusak tersebut berada di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Pihaknya berdalih bahwa letak jembatan yang rusak itu  bukan di jalan poros yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. “Betul, tidak akan melaksanakan apa-apa karena itu bukan kewenangan kita. Yang ada jembatan yang jadi itu sedang dibangun di Umbul Tanjung,” ujarnya, Rabu (25/10/2017).

Pihaknya mengakui jembatan itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat di dua kampung, yakni Kadu Muringis, Desa Umbul Tanjung, dan Leuwi Uruh, Desa Pasauran. Jembatan itu, kata dia, sudah sempat diperbaiki, tiang penyangga jembatan sudah setengah berdiri. Namun ada salah seorang warga yang mengajukan permohonan bantuan ke salah satu lembaga sosial. Sembari menunggu bantuan itu datang, pembangunan jembatan belum dilanjutkan.

“Jadi ada salah satu warga yang minta bantuan ke ASA, disurvei. Masyarakat sudah beli material dan sebagainya, disurvei, mungkin tertarik. Tapi sampai hari ini belum dilaksanakan,” tuturnya.

Jika memang pemerintah akan membantu, akses untuk dapat sampai dilokasi tersebut juga sangat sulit untuk dilalui. Jalan menuju jembatan itu memang jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

“Kita sudah survei. Ternyata itu sudah ada antisipasi dari masyarakat sendiri karena aksesnya bukan akses jalan kabupaten. Masyarakat juga membangun dengan membuat jembatan gantung. Dan dia juga menyadari bahwa akses untuk mengangkat material diakui nggak akan mungkin bisa sama kabupaten, sama pemerintah,” katanya.

Jembatan yang bambunya patah itu akan dibangun kembali secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Namun pemkab tidak mengetahui kapan pastinya jembatan itu akan dibangun kembali.

“Itu kepala desa kemarin bicara memang kita sulit untuk mengakses ke situ. Jadi mereka menyadari, kepala desa dan masyarakat kalau ini dibangun oleh pemerintah tidak mungkin. Jadi memang masyarakat akan melanjutkan sendiri dengan cara gotong-royong,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *