Mengaku Jadi Kopasus, Pria NTT Tipu Ratusan Juta

Wfgaz.com – Seorang pria di  Palu terpaksa harus diamankan oleh polisi karena terbukti telah melakukan penipuan. Pria yang diketahui berasal dari NTT tersebut mengaku sebagai anggota Kopasus.

Pria tesebut bernama Leisly Husdiana Asone Fina alias Ardian alias Doni alias Roy (30) berhasil diamankan Polsek Palu Selatan. Kapolsek Palu Selatan, Kompol Malsukri Makkaraja mengatakan, pelaku ditangkap di sebuah hotel berbintang di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (30/08/2017), sekitar pukul 23.45 Wita.

“Anggota kami langsung bergerak cepat dan mencari pelaku berdasarkan informasi yang kami dapatkan. Polisi kemudian menuju ke sebuah hotel di kawasan Jalan Basuki Rahmat dan langsung meringkus pelaku” kata Malsukri, Kamis (31/8/2017).

Penangkapan yang didasari oleh laporan dari seorang perempuan yang bernama Sofiana (43). Korban mengaku telah ditipu oleh tersangka.

Pria asal NTT ini merupakan pebisis barang antik yang nilainya mencapai hingga triliunan rupiah, seperti misalnya sebuah samurai.

Tak hanya itu, tersangka juga mengaku jika dirinya adalah anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang sedang di Badan Kendali Operasi (BKO) dalam operasi Tinombala untuk menumpas teroris di Poso.

“Karena mengaku anggota TNI inilah, korban begitu saja percaya, dan entah bagaimana korban akhirnya bisa mengeluarkan uangnya hingga ratusan juta rupiah ke penipu ini,” ujar dia.

Menurut Malsukri, pelaku sudah tinggal di Kota Palu hampir dua tahun. Dari pengakuan, hanya satu korban ini yang sudah diperdaya. Uang sebanyak Rp 100 juta diberikan secara bertahap. Selama di Palu, pelaku tinggal di kos kosan di Jalan Tanggul Utara.

Saat digeledah dalam rumah kosan, ditemukan 1 unit senjata airsoftgun jenis revolver, 3 unit handytalky, dan perlengkapan atribut TNI. Termasuk juga satu unit mobil merek yaris dengan nomor polisi DN 656 WA dan motor CBR warna hitam dengan nomor polisi 6064 IB. Saat ini barang-barang tersebut diamankan di Polsek Palu selatan untuk penyidikan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *