Mengaku Polisi Intel, Pria Cabuli Anak Dibawah Umur

Wfgaz.com – Seorang pria yang berinisial IP (24) ditangkap pada hari Jumat, (4/08/2017) lalu di rumahnya yang berada di Desa Tawing, Kec. Gondang, Kab. Tulungagung mengaku sebagai salah satu anggota Polisi bagian Intel telah melakukan tindakan asusila terhadap anak yang masih dibawah umur.

Korban yang berinisial AL (16) ini awalnya sedang jelanbersama dengan pacarnya untuk membeli makanan di pinggir Pasar Pahing Tulungagung. Kejadian yang berlangsung pada hari Kamis, (3/8/2017) sekitar pkl 20.30 WIB.

Mereka kemudian didatangi oleh tersangka yang mengaku sebagai anggota Polisi bagian Intel. Tersangka kemudian menyuruh pacar korban untuk pulang dan menawarkan untuk mengantar pulang korban ke kost.

Namun, bukannya diantar di kost, korban justru di ajak berputar-putar dan berhenti di area sepi persawahan di Kec. Kauman, Kab. Tulungagung. Tersangka selanjutnya memaksa korban untuk melakukan hubungan badan.

“Korban berusaha untuk menolak ajakan tersebut, tetapi tersangka tetap memaksa korban dengan mengancam dengan kata kata ”wis to kamu manuto, kalau gak mau soro kamu”. Karena korban merasa takut maka korban menuruti tersangka untuk berhubungan badan. Setelah tersangka melakukan aksi bejatnya terhadap korban tersangka langsung meninggalkan korban sendirian di tempat kejadian tersebut,” kata Kanit PPA Sat Reskrim Polres Tulungagung IPDA Retno Pujiarsih, SH.

Tak lama kemudian, warga ditemukan oleh warga sekitar yang kebetulan lewat. Korban kemudian menghubungi pacarnya dan kemudian ditemani oleh kakak korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulungagung.

“Kakak korban yang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulungagung kemudian di respon oleh anggota Opsnal Sat Reskrim bersama Unit PPA Polres Tulungagung langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya belum ada 4 jam diketahui keberadaan tersangka. Selanjutnya bersama dengan pelapor, petugas melakukan penangkapan tersangka di rumahnya tanpa perlawanan,” jelas Retno.

Tersangka dijerat pasal dugaan kasus persetubuhan anak di bawah umur tersebut.

Ia dikenakan pidana sebagaimana dalam Pasal 81 ayat (1) atau ayat (2) Jo Pasal 76 D dan atau Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 76 E UU RI No 17 tahun 2016 dan Jo UU RI No. 35 tahun 2014 Jo UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan anacaman hukuman minimal 5 th dan maksimal 15 th penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *