3 Guru SMP Diperiksa Diduga Pungli

Wfgaz.com – Kasus pungli yang menyeret 3 guru sekaligus sedang ramai diproses di Jepara. Ketiga guru yang memungut uang dari wali murid dengan judul uang untuk dipergunakan sebagai kemajuan dan pembangunan sekolah ujungnya diproses dengan alasan termasuk tindakan pungli.

Ketua Komisi C DPRD Jepara, Sunarto mengatakan penarikan uang yang dilakukan oknum guru itu untuk kemajuan dan pembangunan sekolah.

“Bukan untuk memperkaya diri sendiri dari guru itu sendiri. Jadi perlu adanya pendampingan hukum bagi oknum guru tersebut,” kata Sunarto, Jumat (7/7/2017).

Selama melakukan monitoring, pihaknya selalu menekankan kepada sekolah untuk tidak menarik iuran dari orangtua siswa. Meski demikian, sebagian besar sekolah masih melakukan penarikan iuran dengan berbagai cara.

“Contohnya yang saya temui di salah satu SMP di Welahan dan Keling. Istilah yang digunakan sekolah infaq. Jadi orangtua siswa memberi uang tanpa ada batasan jumlah, jadi memang benar-benar kerelaan dari orangtua siswa,” papar Sunarto.

Sekolah melakukan itu, kata Sunarto, lantaran sekolah memang harus melakukan perbaikan infrastruktur. Sebab, jika menggunakan bantuan dari pemerintah membutuhkan waktu cukup lama.

“Dari kasus ini mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran sekolah-sekolah yang lain,” tambah dia.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemanggilan jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Badan Kepegawaian Daerah, dan Asisten Bupati II. Hal itu guna penyelesaian kasus temuan tim Saber Pungli di SMP 3 Jepara itu.

Sementara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jepara belum ambil sikap. Ketua PGRI Kabupaten Jepara, Kiswadi, bantuan pendampingan hukum bagi guru diberikan kepada guru yang mendapat masalah hukum saat proses pembelajaran terjadi. Sedangkan dugaan kasus pungli ketiga guru tersebut terjadi di luar jam pembelajaran.

“Itu kan kasus pribadi yang dibentuk tim PPDB oleh sekolah. Tapi jika nanti kami diminta ya, kami akan mendampingi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, 3 guru di SMPN 3 Jepara diperiksa polisi atas dugaan kasus pungli dalam proses penerimaan siswa baru di sekolahannya. Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, menyampaikan pihaknya melakukan operasi tangkap tangan atas adanya laporan warga.

Polisi menyita catatan daftar nama siswa atau wali siswa beserta jumlah yang disetor serta uang senilai Rp 62,5 juta. Kepada polisi 3 guru tersebut tidak dapat menunjukkan dasar hukum atas pungutan biaya bagi calon orangtua siswa.

Saat ini Polres Jepara menaikkan status kasus dugaan pungli tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan. 14 orang diperiksa sebagai saksi, terdiri dari 12 orang guru dan 2 orang korban. Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi korban, ditemukan fakta masing-masing korban diminta uang Rp 2,5 juta sebagai syarat agar calon siswa dapat di terima di sekolah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *