Tidak Patuh Perintah Orang Tua, 5 Anak Tertimbun Longsor

Wfgaz.com – Keluarga pasutri Askan-Martini juga tak dapat menyembunyikan dukanya lagi. Dua anaknya yang juga kakak beradik, Bambang Dony Ardiansyah dan Bayu Ragil Permana, turut menjadi korban longsor di Dusun Dlopo, Desa Kapel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Selain dua anaknya, Kodri dan Dwi, keponakan Askan Martini juga tertimbun longsor. Sebelum kejadian, mereka berempat ingin mengabadikan longsoran kecil bersama di gubuk tengah sawah dekat sungai.

Saksi mata mengaku empat pemuda itu sempat diingatkan oleh warga agar menjauh setelah ada longsor kecil di sekitar lokasi. Namun bukannya melarikan diri ke tempat yang lebih aman. Mereka justru berjoget mengabadikan momen longsoran dengan memotret dan merekam menggunakan handphone.

Wakimin, tetangga korban longsor mengaku dirinya mendengar kesaksian keempat anak muda itu dari kerabatnya (Pak Bayan) yang berada di bukit.

“Saat itu sedang hujan gerimis, kemudian berhenti di gubuk untuk berteduh,” kata Wakimin saat menceritakan di hadapan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di kediaman Paidi, di Dusun Njati Desa Blongko, Nganjuk, Senin (10/4/2017) malam.

Saat hujan gerimis, terjadi longsoran kecil di lokasi tersebut. “Di atas itu ada saudara saya dan sudah berteriak meminta anak-anak itu untuk lari meninggalkan gubuk. Tapi mereka malah maju dari gubuk sambil berjoget dan merekamnya,” ujarnya.

Tak lama setelah longsor kecil terjadi, longsor susulan cukup besar dari bukit setinggi sekitar 30-50 meter hingga menimbun keempatnya tanpa sempat menyelamatkan diri. Longsor itu panjangnya sekitar 300 meter.

Longsoran tanah di Dusun Dlopo, Desa Kapel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Minggu (9/4) siang. Akibatnya, lima warga tertimbun longsor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *